Rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Selatan bersama dengan dinas instansi terkait melaksanakan rapat koordinasi sebagai upaya meningkatkan peran perempuan dalam bidang ekonomi melalui usaha rumahan. Dibuka oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Selatan, kegiatan ini dihadiri oleh 25 dinas/instansi/organisasi wanita.
Pertemuan ini dilakukan untuk menyelaraskan kegiatan-kegiatan pemerintah terkait peningkatan peran perempuan di Provinsi Kalimantan Selatan terutama peningkatan kualitas perempuan di bidang ekonomi. Pentingnya jajanan sehat dan enak untuk konsumsi masyarakat membutuhkan peran tiga pilar pelaksana pembangunan, yaitu pemerintah selaku pemangku kebijakan, sektor swasta sebagai pelaku penggerak ekonomi dan masyarakat sebagai penerima manfaat sekaligus aktor dalam peningkatan ekonomi.
Ibu Wardah Hayati, M.A Ketua Pokja I PKK Provinsi Kalimantan Selatan selaku narasumber, menekankan pentingnya peran setiap instansi pemerintah dalam  mendukung program dan kegiatan PKK dalam upaya meningkatkan peran perempuan di berbagai sektor. PKK adalah salah satu stakeholder yang mendorong upaya pembangunan masyarakat yang tumbuh dari bawah, pengelolaannya dari, oleh dan untuk masyarakat menuju terwujudnya keluarga yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berbudi luhur, sehat, sejahtera, lahir dan batin.

 

Produk Makanan sebagai  Andalan di Kalimantan Selatan
 
Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga Dra. Hj. Andi Murni,M.M, selaku pimpinan rapat Koordinasi Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan menegaskan bahwa segala kegiatan SKPD sebaiknya diarahkan untuk menyongsong Hari Pangan Sedunia yang akan dilaksanakan pada bulan Oktober 2018. Momen ini harus dimanfaatkan untuk promosi produk pangan Kalimantan Selatan. Sebagai salah satu provinsi yang menjadi lumbung pangan nasional, Kalimantan Selatan wajib memiliki produk olahan pangan yang mampu menjadi ciri khas di Kalimantan Selatan. Menurut beliau, pelaku usaha pangan harus mampu menciptakan makanan lokal bercita rasa internasional agar dapat dipasarkan ke seluruh Indonesia bahkan dunia.
Ibu Yenni dari Hipmikindo juga menambahkan perlunya persiapan dalam menyajikan makanan yang sehat dan enak, sehingga kegiatan pelatihan olahan makanan  baik dalam hal bahan baku, promosi dan kemasan harus dilakukan pada awal bulan tahun 2018.
Dengan Penganggaran yang Responsif Gender, pelatihan-pelatihan ini diperuntukkan bagi perempuan-perempuan desa yang akan berkecimpung pada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) agar dapat membuat olahan pangan yang bernilai jual tinggi memanfaatkan potensi muatan lokal daerahnya masing-masing.
Peran UKM sebagai penggerak roda pembangunan diharapkan akan mampu menopang perekonomian, mendukung penyerapan tenaga kerja khususnya perempuan, meningkatkan potensi budaya dan pariwisata Kalimatan Selatan sekaligus menjaga kelestarian citra budaya daerah.
Adapun kendala yang selama ini dihadapi oleh para pelaku usaha adalah rendahnya promosi, pemasaran dan masih banyaknya masyarakat Indonesia yang belum mengenal produk olahan Kalimantan Selatan.
Kendala-kendala ini sebaiknya dapat menjadi prioritas dalam program dan kegiatan SKPD untuk meningkatkan produk olahan yang sehat dan enak. Dinas Kesehatan akan menyiapkan tenaga ahli gizi dalam mendukung produk olahan pangan yang sehat dan enak. Dinas Perdagangan mendukung dalam pengemasan dan pelatihan masyarakat sebagai pelaku usaha. Disamping kedua instansi pemerintah tersebut, seluruh instansi lain yang terlibat dalam rapat koordinasi ini juga berkomitmen untuk memajukan kualitas perempuan Kalimantan Selatan agar mampu mengungkit tidak hanya perekonomian keluarga, desa dan kabupatennya melainkan perekonomian Kalimantan Selatan pada umumnya. Instansi pemerintah memiliki peran penting dalam menetapkan wilayah yang akan dilakukan pembinaan agar kegiatan ini menjadi lebih komprehensif.
Integrasi antar instansi pemerintah, swasta dan masyarakat penting untuk dilakukan agar terwujud Kalimantan Selatan sebagai salah satu penopang pangan Indonesia.

 

MAP

Location map
 

LINK